Kamis, 10 September 2015

Cinta Botol Aqua

Cinta Botol Aqua

♥ Menunggu Pembalasan ♥

Setelah memastikan keadaan sudah aman terkendali, Alenia menarik nafas lega. Akhirnya ia lepas dari cengkeraman cowok sadis itu, dengan wajah gembira Alenia berdiri dari tempat persembunyiaannya dan berjalan menuju pintu gerbang tempat ia masuk tadi. Rupanya sejak tadi Alenia bersembunyi di semak - semak di depan rumah sesorang yang ia lihat tak ada penghuninya. Pintu gerbang rumah itu dibiarkan terbuka, maka tanpa ragu Alenia masuk ke dalam. Saat akan selangkah lagi
menuju pintu gerbang, Alenia dikejutkan dengan gonggongan yang tak asing di telinganya.


Dengan perlahan Alenia menolehkan kepala ke arah suara berasal. Dan seketika kakinya lemas tak berdaya. Seekor anjing Herder hitam sudah menggonggong marah padanya. Anjing itu mungkin tahu ada tamu tak di undang yang menyelinap ke rumah. Wajah Alenia langsung pucat pasi. Dari sekian banyak hal yang ditakutinya, anjing adalah salah satunya. Apalagi anjing yang satu ini sudah menampakkan
taring-taringnya seolah siap mencabik-cabik tubuh Alenia. Berkali-kali Alenia berdoa di dalam hati agar anjing itu tidak menyergapnya.


“Ya Allah, apa ini balasan buat gue?” gumam Alenia ketakutan. Alenia mencoba melangkah dengan perlahan-lahan, namun pandangan mata anjing itu mengikuti setiap gerak-geriknya. Tak jauh dari tempatnya berdiri, sekilas Alenia melihat ada
sebuah pohon jambu yang tidak terlalu besar namun cukup tinggi. Tanpa pikir panjang lagi, Alenia berlari menuju pohon jambu itu. Dan dengan keahliannya dalam hal panjat memanjat, akhirnya Alenia berhasil sampai di dahan yang cukup tinggi walaupun ia harus menerima konsekuensinya.



Bagian belakang rok sekolah Alenia robek dengan suksesnya. Tapi ancaman belum berakhir, anjing galak itu masih terus menggonggong dengan nyaringnya di bawah pohon, membuat Alenia semakin ketakutan. “Aduh... nih anjing, diem dong,” pekik Alenia sambil berusaha mengusir anjing galak itu pergi, “Hus..hus...”


Mendengar suara gaduh di luar rumahnya, pemilik rumah akhirnya keluar. Betapa terkejutnya ia saat melihat seorang gadis dengan seragam SMA tengah bertengger bak ayam jago di atas pohon jambu sambil berusaha mengusir anjing yang
terus menggonggong di bawahnya.


“Hei, kamu ngapain di situ?” tanya pemilik rumah. “Anu Om, saya gak sengaja numpang sembunyi, eh, tahunya si Bleki nyebelin ini gonggongin saya terus,” teriak Alenia dari atas pohon sambil terus berusaha mengusir si anjing. Pemilik rumah hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan Alenia.

“Om, jangan diem aja, anjingnya diusir dong om, dikurung kek, diiket tali kek, apa aja deh om, saya takut nih. Jantung saya hampir copot,” pinta Alenia pada pemilik anjing.
“Bizzy... come here....” perintah si pemilik rumah, dan anjing galak itu dengan patuhnya menurut. Alenia menghela nafas lega. “Kamu bisa turun sekarang, lain kali jangan masuk rumah orang sembarangan,” cibir pemilik rumah membuat Alenia malu. Alenia pun melompat turun dari atas pohon.


Namun naas bagi Alenia ia mendarat dengan kurang sukses. Bokongnya menyentuh tanah lebih dulu. Alenia meringis kesakitan membuat pemilik rumah menggeleng keheranan. Seketika Alenia berdiri menahan malu, namun tiba-tiba, Upss, Alenia sadar bahwa roknya robek. Dengan tersenyum malu, Alenia menutupi roknya yang robek dengan tas sekolah dan berjalan mundur menuju pintu gerbang sambil terus
tersenyum ke arah pemilik rumah.



“Dasar anak aneh...” pikir si pemilik rumah sembari kembali masuk ke rumahnya.
Dengan perasaan marah Alenia berjalan ke rumahnya. Hari ini benar- benar hari yang sial. Ini semua pasti karena cowok nyebelin itu, pikir Alenia. Kalau saja ia tidak mengejar Alenia, semua ini pasti tidak akan terjadi. Namun pikiran Alenia yang lain
mengingatkan, ini juga kesalahannya. Jika saja ia tidak menendang botol aqua itu, insiden gila ini tidak akan terjadi.



Akhirnya Alenia berdamai dengan dirinya sendiri dan menganggap, bahwa ini semua hanya mimpi buruk yang akan segera berakhir besok. Tanpa ia sadari ada seseorang di tempat lain yang sudah menyiapkan kejutan besar untuknya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar